News Room

MAMPUKAH PROYEK STRATEGIS DONGKRAK KONSUMSI SEMEN INDONESIA?

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 15 Februari 2016, 00:00:00 WIB

MRI RESEARCH-JAKARTA. Gencarnya pembangunan pembangunan fisik diharapkan mampu mendongkrak konsumsi semen. Seperti dilaporkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) pada Juli 2015, kemajuan pembangunan fisik yang dilaksanakan telah mencapai 20,65% atau naik 8,42% dari bulan sebelumnya sebesar 12.23%. Pada bulan Agustus diperkirakan mencapai 35,21%; 47,67% pada bulan September; 61,12% pada bulan Oktober; 79,16% pada bulan November dan 100% pada bulan Desember. Kemajuan ini dimungkinkan karena adanya perencanaan yang seksama dan sejalan dengan visi Nawacita yang diemban pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam usaha meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing internasional melalui pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis. Proyek-proyek strategis meliputi bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya dan Perumahan Rakyat.

Untuk bidang Sumber Daya Air, yang sedang dibangun Bendungan Ranamo di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Keureto di Aceh, Bendungan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Lolak di Sulawesi Utara, Bendungan Karian di Banten dan Bendungan Passeloreng di Sulawesi Selatan. Sedangkan bidang Irigasi dibangun infrastruktur Irigsai Sadang Hilir Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan, Saluran Induk Tarum Timur di Jawa Barat, Sudetan Tarum Timur di Jawa Barat, Sudetan Sungai Ciliwung di DKI Jakarta dan Pembangunan Jembatan Kebun Raya Bogor.

Pembangunan bidang Bina Marga, sedang berlangsung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Medan-Binjai di Sumatera Utara, Jalan Tol Sumatera Ruas Palembang-Indralaya di Sumatera Selatan, Jalan Tol Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung, Jalan Tol Solo-Kertosono di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jembatan Holtekamp di Papua dan Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara.

Selain itu di bidang Cipta Karya sedang dilakukan Rehabilitasi Gedung Utama Istana Bogor di Jawa Barat, Penataan Kawasan Budaya Pura Mangkunegaran di Jawa Tengah, Penataan Kembali dan Perawatan Bangunan Gedung Istana Tampaksiring di Bali dan Penataan Keraton Kasunanan Surakarta di Jawa Tengah.

Untuk bidang Perumahan Rakyat dilakukan Pembangunan Rumah PNS Kabupaten Nias Utara di Sumatera Utara, Rumah Tapak Kota Palembang di Sumatera Selatan, Pembangunan Rumah Susun Milik Cengkareng di DKI Jakarta, Pembangunan Rumah MBR Kabupaten Tangerang di Banten, Pembangunan Rumah PNS Kota Cirebon di Jawa Barat, Pembangunan Rusun Ungaran Kota Semarang di Jawa Tengah, Pembangunan Rumah Kabupaten Malang di Jawa Timur, Pembangunan Rumah Sampit Kabupaten Kotim di Kalimantan Tengah dan Pembangunaj Rumah Khusus Nelayan Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan berjalannya proyek (infrastruktur) strategis tersebut dapat mendokrak konsumsi di dalam negeri yang selama ini terkesan jauh ketinggalan dengan beberapa negara tetangga kita.

Menurut catatan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pada tahun 2010 konsumsi semen di Indonesia tercatat sebesar 40.770 ribu ton kemudian naik terus dan mencapai 59.900 ribu ton pada tahun 2014. Pada tahun 2015 diperkirakan naik lagi menjadi 60.600 ribu ton.

Tabel – 1. Perkembangan Konsumsi Semen Indonesia 2010 – 2015

Tahun

Konsumi Semen

(Ribuan Ton)

Jumlah Penduduk

(Ribuan Jiwa)

Konsumsi Perkapita

(Kg per Kapita)

2010

40.770

233.477

170

2011

47.990

241.991

190

2012

55.160

245.425

220

2013

58.190

248.818

230

2014

59.900

252.165

230

2015

60.600

255.493

230

Sumber : Asosiasi Semen Indonesia

Seperti yang terlihat dalam tabel di atas, terlihat jelas bahwa konsumsi semen di Indonesia setiap tahunnya meningkat terus, demikian pula jika dilihat dari konsumsi per kapita. Berdasarkan jumlah penduduk yang mencapai 233.477 ribu jiwa pada tahun 2010, maka konsumsi semen per kapita penduduk Indonesia pada tahun itu diperkirakan mencapai 170 kg naik terus menjadi 230 Kg padat ahun 2014, kemudian pada tahun 2015 kelihatannya tetap sama seperti tahun 2014 ataupun tahun 2013.

 

Prospek Pasar Masih Cerah

Melihat konsumsi per kapaita penduduk Indonesia yang masih relatif kecil, ditambah lagi dengan program pemerintah yang sangat ambisius dalam pengembangan sektor infrastruktur, logikanya prospek industri dan pasar semen di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang masih sangat menjanjikan. Para pengusaha masih memiliki peluang besar untuk membangun pabrik baru ataupun mengadakan perluasan (menambah kapasitas). Menangkap peluang tersebut belakangan ini banyak perusahaan semen di Indonesia membangun pabrik baru atau mengadakan perluasan.

Menurut Asosiasi Semen Indonesia ada sebanyak 12 investor siap menggelontorkan dana sekitar US$ 6,68 miliar (Rp 65,03 triliun) untuk membangun pabrik semen di Indonesia pada 2013-2017. Investasi tersebut akan melambungkan kapasitas produksi semen di Tanah Air menjadi 108,77 juta ton, atau bertambah 48,3 juta ton dari akhir 2012 sebanyak 60,47 juta ton.

Investor yang telah memiliki pabrik semen di Tanah Indonesia juga akan menambah kapasitas produksinya 35,3 juta ton, dengan nilai investasi US$ 4,83 miliar (Rp 47,03 triliun). Mereka antara lain adalah BUMN PT. Semen Indonesia Tbk, yang menjadi induk usaha PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, dan PT. Semen Tonasa. Investor lainnya adalah Lafarge Cement Indonesia, PT. Semen Baturaja (Persero), PT. Indocement TP Tbk, PT. Holcim Indonesia Tbk, serta PT. Semen Bosowa.

Sedangkan pendatang baru akan membangun pabrik semen dengan total kapasitas 13 juta ton dan bernilai investasi sekitar US$ 1,85 miliar (Rp 18 triliun). Investor ini terdiri atas China Triumph, Anhui Cement, dan State Development and Investment Cooperation (SDIC) asal Tiongkok, Siam Cement dari Thailand, PT Jhui Shin Indonesia. (WH)

Tabel – 2. Perkembangan dan Rencana Perluasan Kapasitas Pabrik Semen Indonesia 2012 - 2016

Nama Perusahaan

2012

2013

2014

2015

2016

Clinker

Semen

Clinker

Semen

Clinker

Semen

Clinker

Semen

Clinker

Semen

Lafarge

1,200

1,600

1,200

1,600

2,400

3,200

2,400

3,400

2,400

3,400

Padang

5,600

6,400

5,625

6,620

6,855

8,160

8,220

9,260

8,220

9,260

Baturaja

1,200

1,350

1,200

1,500

2,300

2,600

2,300

2,700

2,300

2,700

Indocement

15,600

21,100

15,600

21,100

18,100

23,100

18,100

23,100

18,100

23,100

Holcim

6,400

8,700

7,600

8,700

7,600

10,700

7,600

10,700

7,600

10,700

Gresik

9,100

11,300

10,500

13,120

10,500

13,120

10,500

13,120

10,500

15,620

Tonasa

6,300

6,550

6,300

7,150

6,300

7,150

6,300

7,150

6,300

7,150

Bosowa

1,800

3,000

4,300

5,500

4,300

5,500

4,300

5,500

4,300

5,500

Kupang

300

570

300

570

300

570

300

570

300

570

Total

47,500

60,570

52,625

65,860

58,655

74,100

60,020

75,500

60,020

78,500

Sumber : Asosiasi Semen Indonesia (ASI)

Sumber gambar: di sini

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Soho Pancoran, Tower Splendor 19th Floor, Unit 15,16,17.
    Jl. Let.Jend. MT.Haryono kav 2-3
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 501 016 55 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)