News Room

Prospek Bisnis e-banking

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 22 Januari 2016, 00:00:00 WIB

MRI RESEARCH-JAKARTA. Bisnis online sangat menjanjikan termasuk diantaranya adalah “Bisnis E-banking”. Bisnis e-banking di Indonesia sudah mulai tumbuh, terutama di kota-kota besar. Perbankan Elektronik (bahasa Inggris: E-banking) adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui media elektronik dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Semenjak dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum, maka bisnis ini dari tahun ketahun terus memperlihatkan perkembangan.

E-banking merupakan salah satu pelayanan perbankan yang akan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan tanpa perlu datang ke kantor cabang. Beberapa produk e-banking diantaranya phone banking, SMS banking, internet mobile, dan internet banking. Nama produk dari masing-masing jenis layanan e-banking tersebut bermacam-macam dari setiap bank.

Layanan yang diberikan e-banking kepada nasabah berupa transaksi pembayaran tagihan, informasi rekening, pemindahbukuan antar rekening, infomasi terbaru mengenai suku bunga dan nilai tukar valuta asing, administrasi mengenai perubahan Personal Identification Number (PIN), alamat rekening atau kartu, data pribadi dan lain-lain, terkecuali pengambilan uang atau penyetoran uang. Untuk pengambilan uang masih memerlukan layanan ATM dan penyetoran uang masih memerlukan bantuan bank cabang ataupun ke ATM setor tunai.

Penyelenggaraan e-banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, PC, laptop atau notebook dan sebagainya.

Peraturan pemerintah di sektor perbankan tersebut selain dimaksudkan untuk mempermudah nasabah, secara tidak langsung juga untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada dengan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Mungkin kita tidak bisa bekerja di bank, tetapi kita justru bisa membuka bank sendiri di rumah atau tempat usaha kita. Peluang bisnis ini bermula dari program pemerintah yang saat ini menggalakkan bank tanpa kantor (branchless banking) dengan membuka peluang bagi masyarakat untuk direkrut menjadi agen-agen bank di daerah domisilinya masing-masing. Ketersediaan agen-agen bank di tengah masyarakat dimaksudkan untuk menggairahkan minat masyarakat untuk lebih dekat dan memanfaatkan layanan transaksi perbankan.

Saat ini setidaknya ada 17 bank sedang mengajukan izin pengoperasian bank tanpa kantor (branchless banking) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejumlah bank BUMN seperti Bank BRI dan Bank Mandiri sedang giat-giatnya mencari dan menyeleksi agen perbankan. Bank Mandiri saja menargetkan merekrut agen 9.000 agen tahun ini. Melalui agen bank ini, berbagai kegiatan bisa ditangani, misalnya jasa pembayaran listrik, beli pulsa, tiket pesawat atau bisa juga beli tiket kereta api dan lain sebagainya.

Dalam beberapa tahun mendatang bisnis e-banking ini masih akan terus berkembang. Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang masih dapat banyak digarap. Kondisi geografis Indonesia juga sangat mendukung berkembangnya e-banking. Dengan begitu banyaknya pulau-pulau yang tersebar di seluruh nusantara, e-banking merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan bisnis antar pulau.

Menurut Sharing Vision, nilai transaksi internet banking di Indonesia telah mencapai Rp 3.642 triliun, jumlah tersebut melampaui nilai traksaksi ATM + debet yang berada pada Rp 3.476 triliun selama 2012. Pertumbuhan internet banking didorong oleh pengguna internet yang pertumbuhannya cukup pesat.

Menurut survei yang dilakukan oleh Sharing Vision pada 6 bank besar di Indonesia, jumlah pengguna internet banking mencapai 5,7 juta orang pada 2012. Berarti 9 persen pengguna internet di Indonesia adalah pengguna internet banking, dan angkanya diperkirakan bertambah seiring pertumbuhan pengguna internet.

Dalam grafik di bawah terlihat jelas bahwa dari tahun ke tahun jumlah pengguna internet terus semakin bertambah, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, nampak jelas bahwa persentase jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan internet ini masih relatif kecil. (WH)

prospek ebanking

sumber gambar: klik di sini

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)