News Room

Smart home Mulai Diminati

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 18 Januari 2016, 00:00:00 WIB

MRI RESEARCH-JAKARTA. Bisnis Smart home (Rumah Pintar) di Indonesia sudah mulai banyak diminati. Setidaknya ada sekitar 5 perusahaan di Indonesia yang belakangan ini mulai melirik sektor industri ini, masing-masing adalah PT. PP Property, PT. Toshiba Asia Pacific Indonesia, PT. Samsung Electronics, Ciputra Group dan PT. Indotorc Gratari.

 

Google dan Apple tertarik

Sejumlah perusahaan, kini mulai mengembangkan produk mereka untuk memenuhi permintaan pasar akan Smart Home. Contohnya Google, yang pada tahun ini merogoh kocek sebesar US$ 3.2 miliar untuk membeli Nest Labs. Apple juga dikabarkan tengah mengembangkan platform pengelola berbagai peralatan di rumah, seperti: lampu, kunci, dan lain sebagainya. Begitu pula perusahaan seperti Insteon, yang meluncurkan produk mengintegrasikan sensor dan teknologi remote control.

 

PT. PP Property

Menurut Direktur Operasi PT. PP Property Galih Saksono, untuk mewujudkan proyek perumahan konsep smart home ini perusahaannya akan menggandeng PT. Telkom Tbk. Melalui kerja sama itu diharapkan konsep smart home Payon Amartha yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah tersebut bisa menjadi rumah nyaman pintar dengan akses teknologi tinggi. Galih Saksono juga menegaskan bahwa konsep smart home yang dibangun berupa pemukiman landed house tersebut akan menelan investasi sebesar Rp. 315 milyar. Melihat kepadatan penduduk dan gaya hidup masyarakat di Semarang, maka tidak salah apabila pembangunan landed house di Semarang tersebut potensial untuk dikembangkan.

Untuk menarik minat konsumen, strategi awal yang ditempuh diantaranya adalah dengan menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan fasilitas Smart home pada cluster Payon Amartha, Permata Puri, Ngaliyan, Semarang. Kluster-kluster ini menyediakan berbagai fasilitas smart home diantaranya fasilitas telepon, internet, dan TV kabel pada setiap tipe. Selain fasilitas Smart Home, konsumen juga dimanjakan dengan taman hijau modern, Green Spine yang terhampar memanjang membelah berbagai fasilitas seperti play park untuk tempat bermain anak-anak, dan lainnya.

Kawasan Payon Amartha tak hanya dibangun landed house saja, tapi juga akan berkembang ke apartemen, mansion (Club House) dan supermarket untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah berbagai store dan tenant yang dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup. Kawasan Payon Amartha berada di area seluas 8 hektar, sebuah kawasan strategis serta mudah akses ke Bandara Internasional Achmad Yani, fasilitas kesehatan dan pusat strategis lain di Semarang seiring rencana pembangunan Jalan Outer ring road dan Jalan Tol Semarang-Batang.

 

Ciputra Group

Selain PT. PP Property, PT. Toshiba Asia Pacific dan PT. Samsung Electronics, perusahaan properti terkemuka di Indonesia yaitu Ciputra Group ternyata juga berminat untuk menggeluti bidang ini. Menurut Ciputra, dalam waktu dekat diharapkan Indonesia juga akan sama majunya di bidang teknologi smart home sebagai mana yang terjadi di Jepang dan Jerman. Untuk merealisasi smart home, Ciputra berencana untuk menggarap proyek smart home di kota Surabaya, Jawa Timur, dan Jakarta. Di Surabaya, smart home akan diterapkan di CitraLand Surabaya yang luasnya 2000 hektar, sedangkan di sekitar ibukota (Tangerang) ada lebih dari 100 hektar. Jika berhasil, teknologi smart home ini akan diterapkan di proyek-proyek Ciputra Group lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

 

PT. Toshiba Asia Pacific

Untuk mengembangkan proyek perumahan berkonsep smart home, perusahaan elektronik asal Jepang ini berencana melakukan investasi senilai 1 miliar dollar Amerika Serikat. Anggaran itu digelontorkan untuk lima tahun mendatang di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mendapat perhatian lebih dari Toshiba. Menurut Hisao Tanaka, Presiden dan CEO Toshiba, proyek smart home ini tidak saja tengah dikembangkan di Jepang tetapi menurut rencana juga akan dibuat di Indonesia. Namun, dia mengaku masih belum tahu realisasai teknologi yang begitu ditunggu banyak orang tersebut. Pengaplikasian teknologi smart home ini akan benar-benar berlangsung mengingat Toshiba akan membangun anak perusahaannya di Indonesia.

Saat ini PT Toshiba Asia Pacific Indonesia yang berlokasi di Jakarta sudah memiliki enam perusahaan di Indonesia yang bergerak di tiga bidang, yakni satu perusahaan di bidang energi infrastruktur, tiga perusahaan di bidang community solution, dan dua perusahaan di bidang healthcare.

 

PT. Samsung Electronics

Yoon Boo-keun (BK Yoon), presiden dan CEO dari divisi elektronik konsumen di Samsung Electronics, mengatakan bahwa layanan Smart home akan menembus rumah tangga dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, saat ini para pembuat elektronik global merilis berbagai peralatan rumah yang menggabungkan teknologi Smart Home. Dalam 3 tahun mendatang diperkirakan baru akan terjadi tahap dimana konsumen merasa nyaman dengan teknologi baru ini. Kemajuan ini akan berlangsung sangat cepat, dan kunci bagi kita sekarang adalah bagaimana membuat konsumen melihat teknologi sebagai sesuatu yang nyaman.

Di beberapa negara saat ini banyak perusahaan sedang melihat bisnis Smart home dari perspektif jangka panjang, yang meliputi tidak hanya peralatan rumah tangga, tetapi juga solusi mobile, televisi dan produk perawatan kesehatan yang terkait. Dalam kaitan ini, perusahaan elektronik Eropa termasuk Siemens, Bosch dan Miele telah memamerkan layanan Smart home mereka di IFA, pameran elektronik yang paling berpengaruh di Eropa.

Pongky Suhendro, Direktur Indotorc, sebuah perusahaan lokal yang terjun ke bisnis smart home, mengatakan smart home tidak hanya menawarkan fitur keamanan, namun lebih dari itu. Menurutnya smart home merupakan konsep menyeluruh mengenai pengelolaan rumah yang baik, dan ada banyak aspek yang termasuk di dalamnya. Selain aspek keamanan, smart home juga menawarkan penghematan energi dan kontrol penuh atas apa yang terjadi di rumah.

Tak bisa dipungkiri, faktor keamanan adalah faktor yang paling penting bagi konsumen. Hal ini diungkap State of Smart home, yang menunjukkan bahwa 90% responden tertarik dengan gagasan smart home karena fitur keamanannya untuk personal dan keluarga di rumah.

Selain sistem keamanan, smart home juga memberikan kenyamanan rumah berbasis teknologi. Segalanya serba praktis dan mudah. Ingin menghidupkan AC sepulang kerja? Atau meredupkan lampu tanpa bangun dari sofa ruang keluarga? Anda bisa melakukannya dengan hanya menekan tombol pada smart phone Anda.

 

Indotorc Gratari

Indotorc juga tak mau kalah. Perusahaan ini tengah mengembangkan sistem dan alat-alat yang mudah dipasang di rumah, seperti: Smoke Sensor, Siren, Thermostat, Motion Sensor, Sensor HEM, dan Wireless Camera. Semua perangkat ini terhubung satu sama lain menggunakan jaringan nirkabel ke Smart Box—yang a berfungsi sebagai server untuk mengatur seluruh sistem. Banyak pihak menilai konsep Smart home dinilai terlalu mahal untuk diwujudkan di Indonesia. Tapi, Indotorc justru mengklaim sebaliknya. Untuk seluruh pemasangan, biaya yang dikenakan hanya berkisar Rp 20 juta.

Dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan, harga tersebut dianggap masih sangat terjangkau. “Biaya pemasangan fasilitas Smart home secara mengejutkan, memang cukup terjangkau. Hal ini disebabkan perangkat-perangkatnya diproduksi dengan bahan dan tenaga lokal,” pungkas Suhendro.

Saat ini, target Smart home kebanyakan ditujukan untuk level komersial seperti bangunan tinggi dan perkantoran. Namun dalam waktu singkat, teknologi ini diperkirakan akan segera diterapkan oleh para enduser. Seperti dikatakan oleh Manajer Marketing Lamudi Indonesia, Christiana Joan, “Indonesia adalah negara yang cepat mengadaptasi teknologi, contohnya pemakaian jejaring sosial yang berkembang pesat dibanding negara-negara lain. Sehingga dapat diharapkan, kita ‘melompat’ dari konsep rumah manual menuju konsep ‘Smart Home’ lebih cepat dari yang diprediksikan sebelumnya”. (WH)

 

Sumber foto: klik di sini

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)