News Room

Prospek Pasar Mesin ATM di Indonesia

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 17 Desember 2015, 00:00:00 WIB

MRI RESEARCH-JAKARTA. Pemasaran mesin Ajungan Tunai Mandiri (ATM) di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang nampaknya masih tetap memiliki prospek, meskipun tidak sebsar periode 2010-2013. Menurut sumber Infobank, jumlah mesin ATM yang terpasang di Indonesia pada tahun 2012 tercatat sebanyak 47.000 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp. 2.656 trilliun. Jumlah ini berarti mengalami peningkatan yang sangat fantastis jika dibanding tahun 2011 yang tercatat sebesar 40.021 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp. 2.262 trilliun, atau naik lebih tinggi lagi jika dibanding tahun 2010 yang tercatat sebesar 32.059 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp. 1.812 trilliun.

Sementara itu di tahun 2013 walaupun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, masih tetap menunjukkan peningkatan yang cukup lumayan besar, sebesar 8.75% atau menjadi 51.111 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp. 2.888 trilliun. Kenaikan ini berlanjut pada tahun 2014 yang mencapai 55.694 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp. 3.147 trilliun.

Tabel 1. Perkembangan jumlah mesin ATM dan transaksinya 2010 – 2014.

Tahun

Jumlah Mesin ATM

Pertumbuhan

(%)

Nilai Transaksi/ Tahun (triliun)

Pertumbuhan

(%)

2010

32.059

-

1.812

-

2011

40.021

24.83

2.262

24.83

2012

47.000

17.43

2.656

17.43

2013

51.111

8.75

2.888

8.75

2014

55.694

8.97

3.147

8.97

Sumber : Infobank

 

BRI Mendominasi

Diantara sekian banyak jumlah bank yang ada di Indonesia, yang mendominasi kepemilikan mesin ATM sampai sekarang ini adalah Bank BRI. Jumlah mesin ATM Bank BRI pada tahun 2010 baru tercatat sebesar 9.582 unit, naik terus dan mencapai puncaknya menjadi 14.392 unit pada tahun 2013. Pada tahun 2014 naik lagi menjadi 14.692 unit. Urutan kedua adalah Bank Mandiri yang pada tahun 2014 memiliki mesin ATM sebanyak 11.061 unit, sedangkan urutan ketiga dan keempat diduduki oleh Bank BCA dan Bank BNI yang masing-masing pada tahun 2014 telah memasang mesin ATM ke berbagai propinsi sebanyak 10.934 unit dan 7.322 unit.

Tabel 2. Perkembangan jumlah mesin ATM menurut masing-masing bank 2010 – 2014 (Unit)

Nama Bank

2010

2011

2012

2013

2014

BRI

9.582

11.962

14.292

14.392

14.692

Mandiri

6.947

8.672

10.361

10.711

11.061

BCA

5.924

7.395

8.836

9.940

10.934

BNI

4.581

5.719

6.832

7.082

7.322

BTN

805

1.004

1.204

1.504

1.830

Lainnya

4.220

4.267

5.475

5.272

9.855

Total

32.059

39.019

47.000

51.111

55.694

Sumber : Infobank

 

Secara logika semakin besar jumlah kepemilikan mesin ATM yang dimiliki oleh masing-masing bank tersebut, maka semakin besar pula nilai transaksi yang diperolehnya. Dengan asumsi nilai transaksi per mesin ATM per harinya sebesar Rp. 157 juta, seperti yang dilansir Infobank, dikalikan dengan 360 hari, maka estimasi nilai transaksi mesin ATM yang dimiliki oleh BRI pada tahun 2010 kurang lebih mencapai Rp. 541 trilliun, kemudian naik terus dan mencapai Rp. 830 trilliun pada tahun 2014.

 

Dengan asumsi yang sama, diurutan kedua Bank Mandiri, diperkirankan pada tahun 2010 nilai transaksi mesin ATM yang dimiliki mencapai Rp. 393 trilliun kemudian naik terus dan mencapai Rp. 625 trilliun pada tahun 2014. Urutan ketiga dan keempat diduduki oleh BCA dan BNI yang masing-masing mencapai Rp. 618 trilliun dan Rp. 414 trilliun pada tahun 2014.

 

Tabel 3. Perkembangan nilai transaksi ATM menurut masing-masing bank 2010 – 2014 (Rp trilliun)

Nama Bank

2010

2011

2012

2013

2014

BRI

541

676

808

813

830

Mandiri

393

490

586

605

625

BCA

334

417

499

562

618

BNI

258

323

386

400

414

BTN

45

56

68

85

103

Lainnya

241

300

309

423

557

Total

1.812

2.262

2.656

2.888

3.147

Sumber : Infobank

 

Pemasangan Akan Terus Meningkat

Seperti yang terlihat dalam tabel diatas pemasangan atau kepemilikan mesin ATM yang dimiliki oleh masing-masing bank tersebut setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, atau dalam 5 tahun terakhir ini rata-rata mengalami kenaikan sebesar 14,99%. Diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang, pemasangan mesin ATM ini masih akan terus mengalami kenaikan, walaupun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Atau boleh disimpulkan bahwa “Prospek Pasar Mesin ATM” di Indonesia masih tetap menggembirakan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah karena jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, meningkatnya pendapatan masyarakat dan pola hidup masyarakat Indonesia yang cenderung menginginkan segala sesuatu dapat dilakukan dengan serba mudah.

Masih banyak faktor lainnya yang juga mendukung bertumbuh dan berkembangnya pasar mesin ATM ini, termasuk diantaranya adalah karena sampai sekarang penyebaran mesin ATM ini masih terbatas pada kota-kota besar saja. Masyarakat pendesaan sampai saat ini sebagian besar belum bisa menikmati kemudahan dari mesin pintar ini. Yang kedua, sampai sekarang yang memaksimalkan mesin ATM ini hanya beberapa bank terkemuka saja. Dari tabel di atas memperlihatkan dengan jelas bahwa keempat bank terbesar di Indonesia lebih agresif dalam memberikan layanan ATM.

 

Penggabungan Mesin ATM

Mulai tahun 2016 mendatang kelihatan pemasaran mesin ATM ini akan sedikit mengalami hambatan, sebab pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada 4 bank pemerintah untuk melakukan penggabungan mesin ATM-nya. Keempat bank pemerintah tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

 Menurut Asmawi Syam, Ketua Umum Himpunan Bank Negara (Himbara), saat ini rencana penggabungan mesin ATM bank BUMN masih dalam tahap pemetaan. Penggabungan mesin ATM dimaksudkan selain untuk penghematan juga sekaligus untuk mendorong pemerataan layanan ATM. Penggabungan diharapkan juga mampu mendorong efisiensi masing-masing bank. Bank tidak harus menambah mesin ATM dalam jumlah besar. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 perlu pemerataan penyebaran ATM, bukan terkonsentrasi di kota besar saja namun juga harus dapat menjangkau pelosok pedesaan juga. (WH)

 

 


 

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)