News Room

Konsumen E-Commerce Merambah ke Beberapa Daerah

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 16 November 2015, 00:00:00 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA-Pada tahun 2012 lalu, ada satu perusahaan e-commerce di Indonesia mencatat bahwa 41% penjualan mereka berasal dari Jakarta, tapi enam bulan selanjutnya angka ini turun menjadi 22%. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta saja yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta pun tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan menunjukkan kontribusi mereka pada pasar e-commerce di Indonesia.

Faktor utama yang mempengaruhi cepatnya bisnis e-commerce merambah ke berbagai daerah tersebut adalah karena semakin meluas dan meningkatnya penggunaan media internet di Indonesia. Menurut Kemenkominfo saat ini jumlah pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 57% penduduk, atau sekitar 137 juta pengguna. Angka yang cukup fantastis mengingat awal tahun ini APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) mencatat jumlah pengguna Internet di tanah air baru berkisar di angka 71 juta dan perkiraan banyak pihak akhir tahun ini jumlahnya baru mencapai kisaran 80-an juta pengguna.

Angka yang dicapai tersebut sudah barang tentu cukup menggembirakan karena pencapaian tersebut sudah mendekati target. Menurut sumber yang sama, Kemenkominfo berharap di akhir tahun 2015 jumlah pengguna Internet di Indonesia diharapkan mencapai angka 150 juta orang, atau sekitar 61% dari total penduduk. Memang Indonesia sedang berlomba mengejar target yang ditetapkan oleh Millennium Development Goals yang mensyaratkan akses Internet di negara berkembang mencapai angka 50% dari total penduduk.

Selain media internet, media lainnya yang juga turut mendorong bertumbuh dan berkembangnya bisnis e-commerce adalah karena semakin banyak dan meluasnya pemakaian telephone seluler (smartphone) dan komputer. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2012 lalu, rumah tangga yang mempunyai akses teknologi informasi dan komunikasi lewat media internet baru sebesar 30,2%, pada tahun 2013 naik menjadi 31,8%, melalui media telephone seluler pada tahun 2012 sekitar 82,9% dan naik menjadi 85,6%, dan yang melalui media komputer pada tahun 2012 tercatat sebesar 14,8% naik menjadi 15,6%.

Jika dilihat dari daerahnya rumah tangga yang mempunyai akses informasi dan komunikasi lewat media internet, paling tinggi di DKI Jakarta yang pada tahun 2012 mencapai 62,85%, tetapi di tahun 2013 turun sedikit menjadi 62,1%. Urutan kedua DI Yogyakarta yang pada tahun 2012 baru tercatat sebanyak 49,0% naik menjadi 51,0% pada tahun 2013. Yang mengejutkan Kalimantan Timur, dimana pada tahun 2012 baru tercatat sebanyak 42,7% naik menjadi 44,3% pada tahun 2013.

Rumah tangga yang mempunyai akses teknologi informasi dan komunikasi menurut jenis komunikasi dan informasi (%):

Propinsi

Telp Seluler (%) Komputer (%) Internet (%)

2012

2013

2012

2013

2012

2013

Aceh

81,5

83,5

11,0

12,4

22,2

22,3

Sumatera Utara

86,4

87,9

12,2

12,4

28,0

28,2

Sumatera Barat

85,1

87,8

17,0

17,1

32,8

33,8

Riau

93,0

94,5

16,8

18,5

30,4

33,0

Jambi

88,8

90,4

13,3

14,7

26,1

30,5

Sumatera Selatan

86,1

88,7

12,1

12,9

23,3

26,1

Bengkulu

87,1

88,5

15,9

15,7

26,2

28,4

Lampung

85,4

87,7

9,8

9,1

19,6

19,6

Kep. Bangka Belitung

90,3

91,9

15,9

16,9

25,8

28,7

Kepulauan Riau

96,8

97,9

30,8

30,5

48,1

49,6

DKI Jakarta

96,4

97,6

33,2

32,1

62,9

62,1

Jawa Barat

83,0

85,2

14,2

14,7

32,0

32,6

Jawa Tengah

81,3

84,1

11,4

12,5

29,6

31,7

DI Yogyakarta

85,6

88,7

28,7

31,3

49,0

51,0

Jawa Timur

79,8

83,4

12,5

13,7

27,9

30,4

Banten

87,7

89,5

18,8

19,3

37,1

38,6

Bali

88,4

91,1

24,6

23,4

39,0

42,0

Nusa Tenggara Barat

69,2

74,9

9,0

9,5

15,9

17,8

Nusa Tenggara Timur

63,0

69,2

7,8

9,4

13,0

15,3

Kalimantan Barat

82,1

84,5

12,2

12,0

20,3

20,1

Kalimantan Tengah

86,3

90,0

14,7

15,9

24,2

27,1

Kalimantan Selatan

89,0

91,3

17,0

19,0

29,5

33,6

Kalimantan Timur

94,3

95,7

27,9

29,7

42,7

44,3

Sulawesi Utara

83,6

86,4

17,2

19,2

32,4

35,3

Sulawesi Tengah

77,8

81,7

12,7

14,7

20,1

22,8

Sulawesi Selatan

86,3

88,5

17,3

18,1

29,1

30,7

Sulawesi Tenggara

84,0

87,9

14,9

16,5

22,1

24,1

Gorontalo

81,9

85,1

12,9

13,1

26,8

30,8

Sulawesi Barat

76,2

78,3

11,2

13,5

17,1

18,2

Maluku

71,5

73,7

13,9

14,4

22,8

24,3

Maluku Utara

70,6

76,6

12,2

16,1

14,2

16,9

Papua Barat

68,7

67,8

18,1

18,7

22,6

22,9

Papua

38,6

41,9

10,1

9,3

11,7

11,0

INDONESIA

82,9

85,6

14,8

15,6

30,2

31,8

Sumber : Badan Pusat Statistik

 

Menurut Matthew Driver, presiden MasterCard untuk wilayah Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pasar e-commerce yang terbesar di Asia-Pacific, seperti ditunjukan pada gambar estimasi pada penjualan e-commerce B2C di beberapa negara Asiadi bawah.

Walaupun jumlah penjualan di Indonesia masih rendah dibanding negara lainnya, namun melihat perkembangan Indonesia yang cukup pesat, tidak menutup kemungkinan negara tercinta kita ini akan menyaingi negara Asia lain yang sudah dulu menghasilkan penjualan e-commerce di atas Indonesia.

Prediksi lembaga riset ICD pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh 42% dari tahun 2012-2015. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%), dan Filipina (28%) tentulah nilai sebesar ini sangat menggoda bagi sebagian investor, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa VC (Venture Capital) besar seperti Rocket Internet, CyberAgent, East Ventures, dan IdeoSource bahkan sudah menanamkan modal ke perusahaan e-commerce yang berbasis di Indonesia. Sebut saja beberapa diantaranya adalahraksasa Lazada dan Zalora, Berrybenka, Tokopedia, Bilna, Saqina, VIP Plaza, Ralali dan masih banyak lagi. Mereka adalah sebagian contoh dari perusahaan e-commerce yang sukses dan berhasil dalam memanfaatkan peluang pasar e-commerce di Indonesia yang sedang naik daun.

Dapat dipastikan melihat peluang yang begitu besar tersebut, maka dalam beberapa tahun mendatang jumlah perusahaan Indonesia yang bergerak dalam bisnis e-commerce iniakan terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. (HW)

 

Sumber foto: http://pedemonts.com.au/wp-content/uploads/2013/05/ecommerce2.jpg

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)