News Room

Tipis, Keyakinan Publik Terhadap Reshuffle Kabinet Jokowi-JK

Category Consumer View | 0 Comments | 31 Agustus 2015, 10:18:26 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Keyakinan publik terhadap perombakan kabinet atau reshuffle, hanya beda tipis. Efektifitas reshuffle dinilai tidak jauh dari angka 60-an% dari responden yang dimintai pendapatnya.

Hal itu terungkap dari jajak pendapat Kompas periode 19-21 Agustus 2015 terhadap sebanyak 519 responden berusia minimal 17 tahun. Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru, yang berdomisili di 12 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, dan Manado. Jumlah responden di setiap wilayah ditentukan secara proporsional. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95%, nirpencuplikan penelitian +/- 4,4%. Meski demikian, kesalahan diluar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat di Indonesia.

Sebanyak 64,9% responden menjawab reshuffle 12 Agustus 2015 lalu merupakan ketepatan momen perombakan cabinet. Lalu 20,2% responden menilai waktunya tidak tepat. Dan sisanya 14,9% tidak menjawab.

Kedua, 63,6% responden menilai kinerja menteri buruk menjadi faktor pertimbangan perombakan cabinet. Sedangkan 12,7% responden menilai reshuffle dilakukan untuk mengubah komposisi orang parpol di kabinet. Lalu, 7,7% menilai reshuffle dilakukan karena menteri tersangkut kasus. Dan 6,6% menilai masalah moralitas dan perilaku menjadi alasan menteri di reshuffle. Sisanya 6,4% tidak menjawab, serta 3% menjawab hal lainnya.

Selanjutnya, 60,3% responden meyakini bahwa para menteri bidang ekonomi akan solid bekerja sama. Namun, 31,2% responden tidak yakin, serta 8,5% tidak menjawab.

Selain itu, 40,8% responden menilai kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang harus segera diselesaikan pemerintah. Lalu 30,3% menilai persoalan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai persoalan utama. Dan soal penegakan hukum serta penanganan korupsi (8,8%) menjadi persoalan utama. Sisanya menjawab lainnya. (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Soho Pancoran, Tower Splendor 19th Floor, Unit 15,16,17.
    Jl. Let.Jend. MT.Haryono kav 2-3
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 501 016 55 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)