News Room

Atasi Kemacetan, Mayoritas Publik Harapkan Jasa Ojek

Category Consumer View | 0 Comments | 07 Agustus 2015, 09:00:05 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Parahnya tingkat kemacetan lalulintas di Ibukota Jakarta, membuat masyarakat berharap pada moda transportasi ojek sebagai alternatif angkutan. Mayoritas masyarakat atau sebanyak 80,8% responden menilai ojek unggul dalam hal lebih cepat untuk menghantarkan responden mencapai tujuan.

Sementara itu, 11,6% responden menilai ojek mudah ditemui, lalu 4% menilai ojek memiliki wilayah jelajah yang luas, dan 2,5% menilai harga ojek terjangkau, serta sisanya 1,1% tidak menjawab.

Demikian hasil jajak pendapat Kompas yang dilakukan melalui telepon pada 29-30 Juni 2015 terhadap sebanyak 526 responden yang berusia minimal 17 tahun. Responden yang berdomisili di Jakarta itu, dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Penggunaan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95%, nirpencuplikan penelitian +/- 4,3%. Meski demikian, kesalahan diluar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Dan hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan mewakili pendapat seluruh masyarakat di Jakarta.

Meski demikian, mayoritas responden juga menilai bahwa ojek rentan kecelakaan lalu lintas (31,9%) sebagai bentuk kelemahan transportasi ojek di Jakarta. Lalu 21,1% menilai ojek juga rentan kejahatan; tidak terlindung dari hujan, panas, dan asap (19,6%); tarifnya cukup mahal (19,4%); lainnya (2,7%); dan 5,3% responden tidak menjawab.

Dari total responden, terdapat hanya 23% saja yang sering atau lebih dari 3 kali dalam seminggu yang menggunakan ojek. Sementara itu, 55,3% responden jarang menggunakan ojek atau kurang dari 3 kali seminggu. Dan 21,7% responden bahkan tidak pernah menggunakan ojek.

Namun, hasil jajak pendapat itu juga mengungkapkan bahwa 85,2% responden menyetujui jika ojek konvensional tetap diijinkan beroperasi di Jakarta. Dan hanya 11,6% yang tidak setuju. Sedangkan sisanya 3,2% tidak menjawab.

“Agaknya transportasi ojek kini semakin menunjukkan “jati dirinya”. Sebab semakin banyak masyarakat yang memerlukan jasanya di tengah tingkat kemacetan lalu lintas Jakarta saat ini. Dan menurut saya, bukan tidak mungkin ojek pun semakin digemari di banyak kota yang mengalami pertumbuhan pesat,” ungkap Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia Pattrick Wauran, di Jakarta.

Bagaimana dengan Anda? Setujukah jika ojek konvensional diijinkan beroperasi di Jakarta? (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)