News Room

Momentum Kepuasan Publik Kurang Masif

Category Consumer View | 0 Comments | 31 Juli 2015, 09:19:33 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Momentum kepuasan masyarakat atau publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dari hasil survei Kompas yang dilakukan secara tatap muka pada 1.200 responden yang sama secara periodik triwulanan.

Survei dilakukan untuk mengukur kinerja pemerintahan, periode 13-18 Januari 2015, 7-15 April 2015, dan 25 Juni – 7 Juli 2015. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Responden dipilih secara acak bertingkat di 33 provinsi Indonesia. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95%, “margin of error” penelitian +/- 2,8% dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meski demikian, kesalahan diluar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Hasil survei itu mencatat, terjadi perubahan menjurus pada kenaikan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK, periode Januari–April–Juli 2015.

Pada Januari tercatat, 61,7% responden menyatakan puas dengan kinerja Jokowi-JK. Namun pada triwulan berikutnya (April), angka ini turun menjadi 53%, lalu kemudian naik perlahan menjadi 57% pada awal triwulan III (Juli 2015).

Sementara itu, sebanyak 37,6% responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi-JK pada Januari 2015, lalu naik 43,6% (April), dan menjadi 40,8% (Juli). Sedangkan responden yang tidak menjawab secara berturut-turut pada periode tersebut tercatat, 0,7% (Januari), lalu 3,4% (April), dan 2,2% (Juli).

Menanggapi itu, Pengamat Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan menyayangkan bahwa hasil survei tersebut terjadi terutama di kalangan masyarakat berpendidikan rendah dan pada pemilih Jokowi-JK pada Pemilu Presiden 2014 lalu.

“Artinya, kenaikan persepsi masyarakat tidak terjadi secara masif. Padahal, Presiden dan Wakil Presiden kan dipilih oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga kedua pemimpin itu menjadi milik seluruh bangsa. Bukan satu golongan saja,” ungkap dia.

Menurut dia, persepsi yang didapat dari penduduk berpendidikan tinggi tentu saja memerhatikan banyak hal penting. Misalnya, terkait dengan kondisi ekonomi yang digawangi oleh pemerintah, masalah hukum dan regulasi, serta soal-soal stabilitas politik yang terjadi.

Hasil survei Kompas itu juga mencatat, perkembangan proporsi responden yang puas terhadap kinerja pemerintah berdasarkan tingkat pendidikan, sebagai berikut.

Responden berpendidikan rendah tercatat 64,4% (Januari), lalu 56,9% (April), dan 63,2% (Juli). Sementara itu, responden berpendidikan menengah 61,1% (Januari), 50,8% (April), dan 53,6% (Juli). Sedangkan responden berpendidikan tinggi 53% (Januari), 48,3% (April), dan 48,7% (Juli). (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)