News Room

Kasihan… Mudik Lebaran Tanpa Menabung Dan Ikut-Ikutan

Category Consumer View | 0 Comments | 27 Juli 2015, 09:20:36 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Mudik Lebaran telah usai, kini waktunya setiap masyarakat Indonesia harus memulai hidupnya kembali dengan berbagai rutinitas yang menjadi tanggungjawabnya.

Meski demikian, menarik untuk mencermati bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik saat Lebaran, ternyata tanpa perencanaan biaya dan sekedar ikut-ikutan dari orang lain. Mau tahu? Mari kita simak ulasan berikut.

Hal itu terungkap dari hasil jajak pendapat Kompas pada 18-19 Mei 2015. Sebanyak 484 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Responden berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Penggunaan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95%, nirpencuplikan penelitian +/- 4,5%. Meski demikian, kesalahan diluar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

Berikut hasil jajak pendapat tersebut.

Sebanyak 55,6% responden menyatakan tidak menabung secara khusus untuk keperluan mudik Lebaran. Dan hanya 43,8% yang menabung, sementara sisanya (0,6%) tidak menjawab.

Lalu, ternyata sebanyak 63,2% responden tidak memiliki tradisi pulang kampung atau mudik saat libur Lebaran. Dan hanya 36,8% responden yang memiliki tradisi pulang kampung.

“Dari kedua pernyataan diatas, terlihat bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan momen mudik Lebaran sebagai momen “berfoya-foya”. Padahal sebenarnya, kehidupan mereka pun sulit secara ekonomin” ujar Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia Pattrick Wauran, di Jakarta, Senin (27/7/2015).

Berikutnya adalah hal yang cukup melegakan yaitu sebanyak 90,1% responden yang menggunakan kesempatan mudik Lebaran untuk berkumpul dengan keluarga. Dan hanya 4,5% yang menggunakannya untuk memanfaatkan libur panjang, serta 2,7% yang menggunakannya untuk ziaran kubur dan rekreasi. Sisanya (2,7%) tidak menjawab.

Sementara itu, sebanyak 73,2% responden menjawab paling menyukai saat musim mudik Lebaran tiba karena Jakarta kosong. Lalu, 11,6% menjawab untuk berkumpul dengan keluarga. Dan sisanya menjawab menyukai musim mudik untuk belanja barang atau oleh-oleh (7,4%) dan tidak menjawab (7,8%).

Selanjutnya, sebanyak 37,1% responden paling tidak suka saat musim mudik Lebaran karena banyak toko/warung yang tutup. Lalu, 22,1% tidak menyukainya karena pembantu pulang kampung. Dan 20,6% menjawab karena gangguan perjalanan, macet dan delay. Serta, 20,2% menjawab hal-hal lainnya. (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)