News Room

Miris… Masih Banyak Rakyat Memasak Gunakan Kayu Bakar

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 27 Mei 2015, 09:00:19 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, ternyata masih cukup banyak rumah tangga Indonesia yang menggunakan kayu bakar untuk memasak, atau sebanyak 40,10%. Padahal, pemerintah terus mengklaim penggunaan gas elpiji di kalangan rumah tangga, meningkat. Akibatnya, harga elpiji pun acapkali meningkat drastis bahkan jauh diatas kemampuan daya beli masyarakat.

Hal itu terungkap dari hasil Sensus Penduduk tahun 2010 (SP2010). Upaya meningkatkan kualitas survei tersebut dilakukan dengan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 (SUPAS2015) yang akan dilakukan BPS.

SUPAS2015 bertugas mengumpulkan informasi mengenai fasilitas perumahan dan perubahan iklim dari rumah tangga sampel, ketersediaan air bersih, tempat akhir pembuangan tinja, serta persepsi dan sikap rumah tangga mengenai perubahan iklim yang terjadi di lingkungannya.

Menanggapi hasil SP2010, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia Pattrick Wauran mengatakan, tingginya angka rumah tangga yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak menunjukkan masih sulitnya perekonomian masyarakat. Utamanya di daerah perdesaan yang kesulitan mendapatkan pasokan gas, juga kesulitan secara ekonomi.

“Sungguh miris karena ternyata masih cukup banyak rumah tangga yang menggunakan kayu bakar untuk memasak. Kita seperti masih berada di jaman tradisional,” ungkap dia.

Hasil SP2010 mencatat beberapa hal penting. Pertama, sebanyak 45,16% rumah tangga yang menggunakan gas sebagai bahan bakar memasak; 11,69% menggunakan minyak tanah; dan 3,05% menggunakan bahan bakar lainnya untuk memasak.

Kedua, 39,78% rumah tangga yang menggunakan sumur sebagai sumber utama air minum. Lalu 15,70% rumah tangga menggunakan ledeng sebagai sumber utama air minumnya. Kemudian, secara berturut-turut tercatat 14,70% menggunakan air kemasan, 12,42% menggunakan pompa, 11,56% menggunakan mata air, dan sisanya menggunakan sumber-sumber lain. (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)