News Room

BPJS si Kartu Bebas

Category Consumer View | 0 Comments | 24 April 2015, 08:22:17 WIB

JAKARTA, MRI RESEARCH – Adanya beberapa wacana terkait dengan BPJS beberapa bulan lalu menjadi hal yang menarik bagi MRI untuk mengamati pendapat responden di kota Jakarta. Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode CATI (Computer Aided Phone Interview) kepada 104 responden yang berusia 18+ tahun keatas di kelas sosial menengah keatas baik laki-laki maupun perempuan.

Berdasarkan UU RI Nomor 24 tahun 2011, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) merupakan Badan Hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Adapun yang dimaksud dengan jaminan sosial yaitu salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. BPJS terdiri dari dua jenis yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan menyelenggarakan program jaminan kesehatan sedangkan BPJS Ketenagakerjaan (dahulu bernama Jamsostek) lebih kepada jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian.

Pasal 14 di UU itu juga menyebutkan bahwa “Setiap WNI maupun WNA yang sudah bekerja minimal enam bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta program jaminan sosial” Dengan adanya Undang-Undang tersebut, pemerintah berharap bahwa peran mereka dalam memberikan jaminan pemeliharaan sosial dapat berjalan dengan baik.

Peningkatan awareness dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan BPJS ini menjadi hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Hasil survei ini tampak bahwa awareness responden tentang BPJS tersebut sangat rendah. Sebagian besar responden mengaku hanya mengetahui sedikit tentang BPJS yang telah disediakan oleh pemerintah (85%). Selain itu, separuh dari total responden juga mengungkapkan bahwa mereka pernah tahu atau mendengar tentang sosialisasi yang telah dilakukan oleh pemerintah tentang BPJS (55%). Tampaknya, pemerintah perlu “mengintrospeksi diri” apakah selama ini sosialiasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai BPJS khususnya di kota Jakarta sudah dilakukan secara maksimal atau belum.

Berbicara mengenai penggunaan kartu BPJS, 7 dari 10 responden yang mempunyai kartu BPJS mengaku bahwa mereka belum pernah menggunakan kartu BPJS tersebut untuk berobat ke Rumah Sakit (69%). Apakah kurangnya antusiasme responden untuk menggunakan kartu tersebut salah satunya diakibatkan rendahnya awareness responden tentang BPJS atau kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah? Hal ini menjadi pertanyaan yang perlu dipikirkan oleh pemerintah Jakarta guna mensukseskan program BPJS tersebut.

Penggunaan kartu BPJS berkaitan erat dengan image masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada pengguna BPJS. Berbagai asumsi tentang adanya “diskriminasi” layanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada Pengguna BPJS dan Non Pengguna menjadi berita yang ramai dibicarakan dalam beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan survei ini, terlihat bahwa pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan maupun pengobatan kepada pasien yang menggunakan kartu BPJS sudah baik (43%) bahkan sangat baik (2%) meskipun hampir seperempat dari total responden juga mengungkapkan bahwa layanan yang diberikan kurang baik (26%), antara baik dan tidak baik (25%). (Zzh)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)