News Room

HIV Sasar Ibu RT di Papua

Category Lifestyle | 0 Comments | 23 Maret 2015, 08:28:16 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Tren penularan human immunodeficiency virus di Indonesia telah bergeser. Awalnya dipicu oleh aktifitas berisiko tinggi, kini menyebar ke populasi umum dengan perilaku berisiko rendah, termasuk ibu Rumah Tangga (RT). Pemerintah diminta meningkatkan upaya pencegahan penularan virus mematikan itu.

Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Inang Winarso mengatakan, tren peningkatan penularan pada ibu rumah tangga lebih dulu terjadi di Papua, sekitar tahun 2000. Sebab, Papua tak mengalami tren penularan pada pengguna narkoba dengan jarum suntik sehingga langsung masuk fase penularan lewat hubungan heteroseksual.

Data per September 2014 mencatat, jumlah kasus HIV di Papua mencapai 16.051 orang, tertinggi ketiga setelah Jakarta dan Jawa Timur. Namun, prevalensi infeksi di Papua paling tinggi, yakni 566,50 per 100.000 penduduk.

Jack Morin, Antropolog dari Universitas Cendrawasih mengatakan, pada Desember 2014, jumlah perempuan yang tertular HIV di Papua hampir sama dengan yang dari kelompok laki-laki. Perempuan yang terinfeksi HIV sekitar 9.400 orang, dan laki-laki yang tertular sekitar 9.600 orang. Itu menunjukkan tingginya penularan pada ibu rumah tangga di Papua.

Jack menilai, salah satu penyebab adalah kuatnya budaya patrilineal atau sistem kekerabatan didominasi pria, terutama di perdesaan.

“Ada 276 etnis di Papua, hampir semuanya memiliki budaya patrilineal,” kata dia.

Dalam sistem kekerabatan itu, suami berperan sebagai pencari nafkah sehingga kerap keluar rumah, dan istri mengurus rumah tangga. Jika suami pergi ke beberapa tempat dan bertransaksi dengan penjaja seks, istri rentan tertular HIV saat berhubungan badan dengan suami.

Terkait hal itu, pemerintah didesak agar segera bertindak untuk menekan peningkatan penularan pada ibu rumah tangga, antara lain dengan mendorong penggunaan kondom. Jika dibandingkan penjaja seks, jumlah ibu rumah tangga lebih besar meski perilaku berisiko rendah. Inang memperkirakan, ibu rumah tangga di Indonesia berjumlah 80 juta jiwa, sedangkan jumlah penjaja seks 200.000-300.000 orang.

Posisi ibu rumah tangga terkait masa depan bangsa, yakni melahirkan bayi-bayi sehat.

“Ini mumpung masih fase awal. Jika terlambat, tren penularan masuk ke gelombang lima, yakni penularan HIV pada banyak bayi,” jelas Inang. (Kompas/16/03/2015/h.13/RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Soho Pancoran, Tower Splendor 19th Floor, Unit 15,16,17.
    Jl. Let.Jend. MT.Haryono kav 2-3
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 501 016 55 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)