News Room

Citra Kota Bekasi di Mata Publik

Category Consumer Insight | 0 Comments | 11 Maret 2015, 10:24:22 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Hingga menapak usia 18 tahun, Kota Bekasi masih terus mencari format citranya. Identitas kota yang terbangun di dalam benak masyarakat masih lebih banyak tertuju pada sisi buram, yakni lemahnya penataan kota. Namun, jika pembenahan konsisten dilakukan, cap negative ini bisa hilang suatu saat nanti.

Survei Kompas yang dilakukan melalui telepon, diselenggarakan Litbang Kompas pada 4-6 Maret 2015. Sebanyak 293 responden dan berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Responden berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Kota Bekasi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, kesalahan pencuplikan survei +/- 3,6 persen. Meski demikian, kesalahan diluar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat ibukota dan Kota Bekasi.

Terdapat 2 pertanyaan yang diajukan kepada 2 kelompok warga, yaitu warga Kota Bekasi dan warga Jabodetabek selain Kota Bekasi.

Pertama, kesan pertama mendengar nama Kota Bekasi. Secara mayoritas warga, baik dari Kota Bekasi maupun diluar Kota Bekasi, memberikan jawaban Kota Bekasi sebagai kota macet. Terdiri dari 44,2% (warga Kota Bekasi), dan 49,1% (warga diluar Kota Bekasi). Lalu, sebanyak 15,6% warga Kota Bekasi menilai kota itu sebagai kota rawan kejahatan, dan 12% pilihan itu disampaikan warga diluar Kota Bekasi. Dan sebutan sebagai kota kumuh dinilai oleh 14,3% (warga Kota Bekasi) dan 15,3% (warga diluar Kota Bekasi).

Kedua, terkait sudah memadai atau belum memadainya usaha pemerintah Kota Bekasi untuk mengatasi persoalan warganya. Mayoritas warga baik di Kota Bekasi (71,4%) dan warga diluar Kota Bekasi (61,6%), memberikan penilaian bahwa Pemerintah Kota Bekasi belum memadai dalam mengatasi persoalan warganya. Dan hanya sekitar 18,2% (warga Kota Bekasi) dan 8,3% (warga diluar Kota Bekasi) yang menilai Pemerintah Kota Bekasi sudah memadai mengatasi persoalan warganya.

Sementara itu, sebanyak 41,6% responden mengharapkan Kota Bekasi di masa mendatang harus membenahi tata kota yang lebih baik. Selain itu, 22,5% mengharapkan Kota Bekasi lebih hijau; 8,5% mengharapkan Kota Bekasi lebih mudah diakses dengan angkutan umum; 6,8% mengharapkan lebih mandiri; 4,4% lebih sejahtera, dan sisanya 16,2% mengharapkan hal-hal lain yang lebih baik terjadi di Kota Bekasi. (Kompas/11032015/h.27/RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)