News Room

Jaga Jantung Anda Dengan Kacang

Category Lifestyle | 0 Comments | 09 Maret 2015, 09:00:17 WIB

MRI RESEARCH, JAKARTA – Ternyata ada cara murah untuk mengurangi risiko kematian karena penyakit jantung. Para peneliti Amerika menemukan kacang berkaitan dengan pengurangan risiko kematian dari penyakit pembuluh darah dalam kelompok etnis yang berbeda dan di antara masyarakat berstatus sosial-ekonomi rendah. Studi ini sekaligus mendorong cara efektif yang tidak menguras kocek untuk meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

Kacang, seperti dikutip dari news.co.au, melimpah dengan gizi. Sementara itu, kacang tanah memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan kacang pohon, seperti kacang mede, almond, kenari, dan lainnya.

Xiao-Ou Shu, peneliti dari Vanderbilt University di Nashville, AS dan rekan penulisnya, menganalisis tiga kelompok grup yang melibatkan 71.764 pria dan perempuan berkulit putih dan gelap di AS dan 134.265 perempuan dan pria Tiongkok di Shanghai.

Studi menemukan, pria AS dan Tiongkok lebih banyak mengonsumsi kacang dibandingkan para perempuan di dua negara tersebut. Bedanya, di AS, sekitar 50% konsumsi kacang adalah kacang tanah. Sementara itu, di Tiongkok hanya mengkonsumsi kacang tanah yang ditelaah.

Para peneliti mengungkapkan, asupan kacang berkaitan dengan pengurangan risiko kematian total dan penyakit pembuluh darah pada ketiga grup partisipan.

Di AS, makan kacang mengurangi risiko total kematian sebesar 21% pada orang-orang yang paling banyak makan kacang tanah. Diantara orang-orang Tiongkok, analisis gabungan memperlihatkan asupan tinggi kacang berkaitan dengan penyusutan risiko kematian sebesar 17%.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Setiap tahun, kedua penyakit itu masih menjadi penyebab kematian nomor wahid dibawah planet ini.

Pada 2008, diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan penyakit pembuluh darah. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum umur 60 tahun. Sebanyak 42% kematian dini yang disebabkan penyakit jantung terjadi di negara berpenghasilan rendah dan sekitar 4% di negara berpenghasilan tinggi. Kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama jantung coroner dan stroke, diperkirakan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030.

Kemenkes mencatat, penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat dan bakal memberikan beban kesakitan, kecacatan, dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Tahun 2013, prevalensi penyakit jantung coroner di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5%, sedangkan merujuk diagnosis dokter dari gejala sebesar 1,5%. Sementara itu, menurut data yang sama, prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,13%. (Sinar Harapan, Selasa, 3/3/2015, h. 11)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)