News Room

PR Besar Gubernur Jakarta

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 19 Februari 2015, 09:30:27 WIB

JAKARTA, MRI RESEARCH – Ada apa dengan Gubernur Jakarta? Menjadi tema yang menarik yang akan kita bahas pada artikel ini mengingat adanya transformasi kepemimpinan “gaya baru”. Survei ini dilakukan kepada 470 responden baik laki-laki maupun perempuan di kota Jakarta dengan menggunakan metode CATI (Computer Aided Phone Interview) yang berusia 18+ tahun di kelas sosial menengah keatas.

Berbicara mengenai kota Jakarta, kepemimpinan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di mata hampir separuh responden (52%) dirasa telah menjadikan kota Jakarta “sedikit lebih baik” dan bahkan sepertiga dari total responden (34%) berpendapat bahwa mereka telah menjadikan Ibu Kota menjadi “jauh lebih baik” dibandingkan dengan masa kepemimpinan sebelumnya.

Jokowi-Ahok dinilai telah melakukan perbaikan khususnya dalam hal layanan kesehatan (84%). Hal ini didukung dengan adanya program Kartu Jakarta Sehat (KJS), program yang digunakan untuk jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin dan kurang mampu. Selain itu, perbaikan pendidikan yang telah mereka lakukan juga patut diacungi jempol (71%). Adanya program Kartu Jakarta Pintar (KJP), juga membantu siswa kurang mampu di tingkat SD hingga tingkat SMU. Kedua perbaikan tersebut menjadi hal positif dibenak responden melalui terobosan “kartu ajaib” tersebut.

Perbaikan jalan (71%), pembangunan rumah murah/rumah susun (66%) dan transformasi birokrasi (66%) juga menjadi perbaikan yang telah dilakukan oleh kedua pasangan pemimpin kota Batavia tersebut di masa kepemimpinan mereka. Meskipun demikian, perbaikan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri yang perlu diselesaikan oleh siapapun pemimpin Jakarta saat ini karena perbaikannya dinilai masih kurang (27%).

Jika kita melakukan flash back di tahun 2014 lalu, Pemilihan Umum untuk penentuan siapakah yang menjadi Orang Nomor Satu di Indonesia sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia. Kesadaran responden di Jakarta untuk ikut aktif dalam menyalurkan aspirasi politik mereka cukup baik. Hal ini terlihat bahwa keikutsertaan responden untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden ke-7 di tahun 2014 lalu cukup tinggi (94%).

Sebagaimana keputusan yang telah diumumkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Malik tanggal 22 Juli 2014, dimana kandidat Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Berdasarkan hasil survei ini juga terlihat bahwa Jokowi – JK tampaknya menjadi kandidat paling kuat sebagai Presiden dan Calon Wakil Presiden (53%) dibandingkan dengan Prabowo – Hatta (32%).

Ketika Jokowi dilantik sebagai Pemimpin Negara, hal ini menimbulkan adanya “kekosongan” posisi Gubernur DKI Jakarta, Ahok menjadi kandidat terkuat di mata hampir separuh responden (44%) dibandingkan dengan calon kandidat yang lain.

Lantas, apa “Pekerjaan Rumah” yang benar-benar harus ditangani oleh Gubernur DKI Jakarta saat ini? Tiga hal utama yang perlu dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Banjir (78%), kemacetan lalu lintas (71%) dan ketersediaan lapangan pekerjaan (38%). (Zizah)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)