News Room

Prospek Industri Pertelevisian

Category Consumer Insight | 0 Comments | 25 Februari 2015, 09:25:35 WIB

 

JAKARTA, MRI RESEARCH – Televisi adalah salah satu media yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Terbukti pada survei yang dilakukan tahun 2012 oleh Boardcasting Board of Governors badan riset milik Amerika Serikat, menyatakan 95,5% masyarakat Indonesia memiliki dan melihat televisi. Tampilan audio visual yang ada pada televisi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, karena tampilan itu membuat terlihat lebih hidup.

Program siaran yang ada pada media televisi kini bermacam-macam, mulai dari informasi, hiburan, pendidikan, politik dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan media televisi sudah banyak dikembangkan dan dikelola oleh pihak swasta. Mereka memiliki tujuan dan isi siaran yang berbeda, tergantung pada misi dan visi masing-masing pemilik media.

Dalam rangkaian Pemilihan Presiden 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar kampanye terbuka bagi kedua pasangan capres dan cawapres yang dimulai sejak 4 Juni hingga 5 Juli 2014. Kampanye terbuka yang dilakukan kedua pasang capres-cawapres tidak hanya dilakukan dengan menemui warga secara langsung tapi juga lewat iklan di media televisi.

Berdasarkan survei dari perusahaan data yang bergerak di bidang monitoring iklan televisi, SIGI Kaca Pariwara (SIGI), belanja iklan televisi oleh kedua pasangan capres-cawapres seimbang dengan total Rp 186.630.250.000. Setelah menghitung frekuensi setiap spot iklan di 13 stasiun televisi, SIGI memperoleh data bahwa selama periode masa kampanye capres tersebut, ada 5.775 spot iklan capres yang tayang di televisi. Sebanyak 2.900 spot iklan atau 50,2 persen menayangkan iklan capres-cawapres Prabowo-Hatta, sedangkan sisanya yakni 2.875 spot iklan atau sekitar 49,8 persen menayangkan iklan capres-cawapres Jokowi-JK. Iklan Prabowo-Hatta memiliki 28 tema sementara Jokowi-JK menampilkan 27 tema iklan TV.

Meski banyak media bermunculan, ditambah maraknya media online, minat belanja iklan di televisi masih besar. Bahkan pangsa pasarnya mencapai 60 persen. Dipaparkan oleh Managing Director Nielsen Indonesia untuk Audience Meassurement, Irawati Pratignyo, dari semua media yang ada, televisi masih mendominasi belanja iklan dengan pangsa pasar lebih dari 60 persen. Posisi ini diikuti oleh media surat kabar yang hanya sekira 34 persen, serta majalah dan tabloid sekitar 3 persen saja.

Tidak heran apabila dalam beberapa tahun terakhir ini industri pertelevisian di Indonesia tampak berkembang pesat, bahkan lebih pesat dibanding dengan Ameriki. Di Amerika Serikat, selama hampir setengah abad hanya ada tiga jaringan televisi nasional (ABC, NBC, CBS). Di Indonesia, dalam lima tahun pertama sejak privatisasi pertelevisian dilakukan, sudah ada lima stasiun televisi besar yang bertarung di pasar nasional (RCTI, SCTV, TPI, Indosiar, ANTV). Kemudian, dalam waktu sepuluh tahun, jumlah itu telah bertambah menjadi sepuluh stasiun televisi nasional (dengan tambahan: Metro TV, Trans TV, TV-7, Lativi, Global TV). Jumlah stasiun televise ini terus bertambah hingga saat ini, dengan munculnya stasiun televisi lainnya seperti Trans-7 (sebelumnya TV-7), TVONE (sebelumnya Lativi), NET, OChanel, Kompas TV, RTV, AlifTV, DaaiTV, Sindo TV dan lain sebagainya.

Keterangan lebih lanjut atau permintaan industrial research, hubungi marketing MRI dengan Sdr. Ahmad Supartu, 021-83708767 ext 112 atau Hp 0813-8171-3231 ataupun melalui email : ahmad.supartu@mri-research-ind.com (AS)

 

 

 

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)