News Room

Prospek Industri Pelayaran dan Perkapalan di Indonesia

Category Consumer Insight | 0 Comments | 23 Februari 2015, 10:25:25 WIB

JAKARTA, MRI RESEARCH – Saat ini perekonomian Indonesia bukan hanya bertumpu pada basis daratan melainkan harus mampu menjadikan maritim sebagai basis untuk memperkuat ekonomi bangsa. Kebutuhan kapal di Indonesia saat ini kian melambung tinggi, hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat potensial untuk para investor menanam modalnya guna meningkatkan perkembangan industri perkapalan dalam negeri.

Faktor yang mempengaruhi terus meningkatnya kebutuhan kapal ini adalah karena semakin meningkatnya aktivitas perdagangan di dalam negeri, sebagai dampak dari semakin berkembangnya berbagai sektor yang membutuhkan alat angkut laut atau armada kapal.

Produksi industri galangan kapal tahun 2014 mencapai 1.500.000 Dead Weight Ton (DWT) ini berarti mengalami peningkatan yang cukup besar jika dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 850.000 DWT. Peningkatan ini salah satunya dipicu oleh adanya order pembuatan kapal dari Pertamina.

Pada tahun 2010, Pertamina memesan enam unit kapal dari industri galangan kapal dalam negeri. Bahkan, hingga tahun 2015, Pertamina berencana menambah 35 unit kapal tankernya. Pemerintah berupaya mendorong agar industri galangan kapal nasional dapat menikmati pasar di dalam negeri yang terus berkembang. Terlebih lagi, adanya kebijakan asas cabotage sebenarnya memberi peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan produksi. Seperti diketahui, pada Agustus 2010 empat galangan kapal nasional mendapat kepercayaan untuk membangun lima unit kapal baru milik Pertamina senilai USD87,38 juta. Kelima kapal baru yang dikerjakan di galangan PT PAL Indonesia, PT DPS, PT DRU dan PT Dumas Tanjung Perak tersebut, berukuran dari 3.500 Long Ton Dead Weight (LTDW), 6.500 LTDW, dan 17.500 LTDW.

Dari 35 unit kapal tanker Pertamina, sebanyak lima unit kontrak pengerjaannya dilakukan pada tahun 2010. Sementara sebanyak 30 unit kapal lainnya direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2015. Dari 30 unit kapal tersebut, sebanyak 24 unit kapal akan dibangun oleh industri galangan kapal dalam negeri, sedangkan sisanya sebanyak enam unit kapal akan dibangun di luar negeri. Sebelumnya tahun 2011, Pertamina memesan sekitar sembilan unit kapal. Untuk meningkatkan kapasitas galangan kapal menjadi 1,5 juta DWT dari 850 ribu DWT, dibutuhkan investasi yang cukup besar. Rata-rata investasi yang dibutuhkan untuk satu unit kapal sebesar USD24 juta. Dengan asumsi pengadaan 35 unit kapal, maka potensi investasi dari Pertamina sebesar USD840 juta.

Pertambahan kapasitas akan dilakukan oleh beberapa perusahaan yaitu PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), galangan Brondong Lamongan akan menambah kapasitas sebesar 300 ribu DWT. Saat ini, pembangunan fasilitas galangan kapal baru oleh DPS di Lamongan sudah mencapai 80% sehingga akan ada tambahan kapasitas terpasang sebesar 300.000 DWT.Galangan Lamongan sudah mampu menampung pesanan kapal Pertamina berukuran 17.500 hingga 30.000 DWT. Di samping itu, PT Samudra Marine Indonesia juga menambah kapasitas galangan kapal Banten menjadi sekitar 150 ribu DWT – 200 ribu DWT. Saat ini kapasitas baru sekitar 100.000 DWT. Galangan kapal yang lain berada di Kepulauan Riau. Sementara itu, PT Dok Perkapalan Kodja Bahari (DPKB), ekspansinya akan diarahkan untuk masuk dalam proyek elpiji Blok Masella, dan kemungkinan kapasitasnya akan tambah sekitar 300 ribu DWT.

Dalam beberapa tahun mendatang industri perkapalan di Indonesia masih akan terus mengalami perkembangan, kebutuhan kapal di dalam negeri akan terus meningkat, sehingga hal ini akan mendorong industri galangan kapal Indonesia semakin bergairah. Namun sayangnya untuk mengimbangi peningkatan konsumsi tersebut, banyak kendala yang harus dihadapi, selain karena kurangnya dukungan dari pihak perbankan juga karena tingginya harga bahan baku yang sebagian besar masih harus diimpor.

Keterangan lebih lanjut atau permintaan industrial research, hubungi marketing MRI dengan Sdr. Ahmad Supartu, 021-83708767 ext 112 atau Hp 0813-8171-3231 ataupun melalui email : ahmad.supartu@mri-research-ind.com

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)