News Room

Pungutan Minuman Keras Merupakan Pajak Dosa

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 28 Januari 2015, 11:25:34 WIB

JAKARTA - Pajak yang diberikan pemerintah untuk tembakau dan minuman keras (miras) dikatakan sebagai sin tax. Pasalnya pajak tersebut berguna untuk membatasi konsumsi masyarakat.

"Istilahnya sin tax. Pajak yang dipungut untuk mengurangi dosa manusia," kata Direktur Transformasi Proses Bisnis Ditjen Pajak Wahju K Tumakaka, di Jakarta, Rabu (28/01/2015).

Menurut Wahju, pungutan pajak itu juga sengaja dilakukan pemerintah untuk mengurangi konsumsi keduanya. Selain itu juga demi meningkatkan penerimaan negara.

Meski demikian, dia mengatakan banyak pihak yang kurang setuju dengan perluasan pungutan pajak. Terlebih, saat ini pajak atas barang mewah juga difokuskan oleh pemerintah.

"Cara berpikir ekonomi ada macam-macam. Cara berpikir Menteri Keuangan dan Ekonom beda-beda. Oleh karena itu kalau dia bilang salah ya mungkin saja. Tapi belum tentu juga yang bilang salah itu benar," kata dia.

Menurut dia, perluasan pungutan pajak memang ditargetkan untuk meningkatkan penerimaan negara.

"Hanya pajak untuk tembakau dan miras yang bertujuan membatasi konsumsi, selebihnya buat nyari duit," tandas dia. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Soho Pancoran, Tower Splendor 19th Floor, Unit 15,16,17.
    Jl. Let.Jend. MT.Haryono kav 2-3
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 501 016 55 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)