News Room

INTIM Penerima Komoditas Strategis 2014

Category Ekonomi dan Politik | 0 Comments | 23 Januari 2015, 09:30:30 WIB

MANADO, MRI RESEARCH – Indonesia Bagian Timur (INTIM) menjadi daerah penerima komoditas strategis sepanjang tahun 2014. Hal ini harus diantisipasi dengan mengupayakan mendorong pembangunan industri komoditas strategis di wilayah INTIM.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Papua merupakan provinsi penerima pasokan minyak goreng dan susu bubuk dari luar provinsi dengan persentase terbesar yaitu masing-masing mencapai 99,91%. Sedangkan untuk terigu adalah Maluku yaitu mencapai 99,70% dan garam adalah Kalimantan Barat yaitu mencapai 99,30%.

“Pemerintah harus mendorong agar industri komoditas strategis bisa bergeser ke INTIM. Sehingga bisa menekan harga produksinya kepada masyarakat di wilayah itu,” ungkap Dosen Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dari Universitas Sam Ratulangi Agus Tony Poputra, di Manado, Jumat (23/01/2015).

Lebih jauh data BPS juga mencatat, Sumatera Utara merupakan provinsi pemasok minyak goreng ke luar provinsi dengan persentase terbesar yaitu mencapai 97,16%. Sedangkan untuk terigu adalah Banten yaitu mencapai 91,57%, garam adalah Sumatera Barat yaitu mencapai 55,15% dan susu bubuk adalah Bengkulu yaitu mencapai 15,65%.

Sementara itu, jaringan terluas perdagangan minyak goreng, terigu, garam dan susu bubuk dilakukan oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Menara Bidakara 2, 7th floor, Unit 4,
    Jl. Gatot Subroto Kav. 71- 73
    Jakarta Selatan 12870
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 8370-8767 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)