News Room

Fasilitas Bandara Lengkap Tak Jamin Tingkatkan Wisman

Category Consumer View | 0 Comments | 21 Januari 2015, 09:30:30 WIB

JAKARTA, MRI RESEARCH – Fasilitas lengkap yang dimiliki suatu bandara internasional, ternyata tidak menjamin akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke suatu negara atau daerah. Hal ini terlihat dari fasilitas lengkap yang dimiliki oleh Bandara Internasional Kualanamu, Medan, namun hanya menempati peringkat ke-5 dari 5 Bandara Internasional besar di Indonesia.

Kelima bandara internasional itu adalah Kualanamu-Medan. Kedua, Soekarno Hatta-Cengkareng dengan jumlah kunjungan 18.637,2 (Januari-November 2013), menjadi 18.315,7 kunjungan (Januari-November 2014). Ketiga, Juanda-Surabaya dari 6,640,1 kunjungan (2013) menjadi 6.343 kunjungan (2014). Keempat, Ngurah Rai-Bali dari 3.839,1 kunjungan (2013) menjadi 4.124,8 kunjungan (2014). Dan kelima, Hasanuddin-Makassar 3.184,9 kunjungan (2013) menjadi 2.879,1 kunjungan (2014).

Hal itu terlihat dari hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Januari 2015. Dari 5 bandara internasional di Indonesia yang disurvei, tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke Kualanamu, Medan, periode Januari-November 2014 hanya 2.875,5 kunjungan. Angka ini menurun dibanding periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 2.966,2 kunjungan, atau turun 3,06%.

“Melihat data yang ada, menunjukkan bahwa fasilitas tidak menjadi satu-satunya daya tarik kedatangan wisatawan ke Kualanamu, Medan,” kata Pengamat Pembangunan Nasional Syahrial Loetan, di Jakarta, Rabu (21/01/2015).

Menurut Syahrial, selain fasilitas bandara ternyata masih banyak kualifikasi lain yang harus dimiliki suatu bandara internasional dalam menarik datangnya wisatawan ke daerahnya. Diantaranya, masalah keamanan, kenyamanan, kebersihan daerah tersebut, dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti transportasi di daerah tersebut.

“Artinya, semua faktor harus diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam membangun suatu daerah, khususnya membangun bandara agar tingkat wisatawan terus meningkat,” terang dia. 

Saat ini, Bandara Internasional Kualanamu telah memiliki fasilitas angkutan yang terhubung langsung dari Bandara ke Kota Medan, melalui Airport Railink Servie (ARS). Kereta ini meniru konsep angkutan terintegrasi yang diterapkan Pemerintah Singapura dengan angkutan Subway yang terhubung langsung dari Bandara Changi ke Kota Singapura.

"Hingga saat ini, hanya Bandara Internasional Kualanamu saja yang memiliki angkutan terintegrasi seperti itu. Bahkan Bandara Soekarno Hatta pun belum memiliki angkutan seperti itu," ungkap Syahrial.

Data BPS mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada November 2014 sebanyak 5 juta orang atau turun 3,49%, dibanding Oktober 2014. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 11,63% menjadi 1,1 juta orang.

Sementara itu, periode Januari-November 2014 jumlah penumpang domestik mencapai 53,4 juta orang atau naik 6,25% dan jumlah penumpang internasional mencapai 12,4 juta orang atau naik 5,39% dibanding periode yang sama tahun 2013. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)