News Room

Segmen Prioritas

Category Consumer View | 0 Comments | 24 Desember 2014, 10:30:26 WIB

JAKARTA, MRI RESEARCH – Ekonomi Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan kinerja yang kinclong di tengah ekonomi global yang bermasalah. Perbaikan ekonomi ini dengan sendirinya diikuti dengan bertumbuhnya segmen masyarakat kelas menengah. Pertumbuhan kelompok menengah ini ditunjang dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Dampaknya signifikan membuka pasar untuk kebutuhan masyarakat, terutama dari segmen menengah ini adalah untuk berinvestasi,” ujar Presiden Direktur Marketing Research Indonesia (MRI) Harry Puspito, di Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Menurut dia, dalam dunia perbankan atau finance segmen ini dikenal dengan segmen Affluent dan di atas mereka ada segmen yang dikenal dengan sebutan High Net Worth Individuals. Ditengah situasi demikian, lanjut Harry, tidak heran jika kalangan perbankan berlomba merekrut nasabah segmen atas ini dan menawarkan layanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Sebenarnya, kata dia, layanan prioritas sudah dikembangkan dan ditawarkan sejak lama, paling tidak oleh bank-bank asing. Namun saat ini, perbankan mendapat momentum karena perkembangan ekonomi Indonesia. Seperti, perbankan asing, Citibank, HSBC, ANZ dan SCB, serta bank plat merah. Bahkan, bank yang lebih kecil, seperti Bank Saudara dan Bank Kesawan tidak ketinggalan melirik potensi pasar nasabah berkantong tebal ini.

Sebelumnya, terang Harry, masyarakat sempat dikagetkan dengan kasus Malinda Dee, seorang senior manager layanan prioritas di Citibank, yang berhasil menilep dana nasabah dan menyebabkan bank merugi Rp 20 miliar. Kasus ini meledak pada awal 2011. Setelah itu Bank Indonesia (BI) sempat memanggil 23 bank yang menawarkan layanan prioritas – yang BI sebutkan sebagai Layanan Nasabah Prima (LNA), menghentikan kegiatan perekrutan nasabah prioritas.

“Namun, setelah BI memperbaiki SOP layanan ini, bank-bank diijinkan kembali memasarkan layanan prioritas. Tampaknya dengan perbaikan-perbaikan layanan dan SOP oleh BI ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi nasabah, sehingga minat terhadap layanan prioritas kembali membaik,” papar Harry.

Keterangan lebih lanjut tentang hasil survei ini, dapat Anda peroleh dengan menghubungi MRI (021-83708767), dengan Zizah, Leonie, atau Retno. (RHN)

 

0 Comments

Leave a Comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Anda harus Sign In terlebih dahulu untuk memberikan komentar. Apabila belum Sign Up, maka Anda harus Sign Up terlebih dahulu untuk membuat akun sebelum Anda Sign In

ADDRESS

  • Head Office: Unit S-1916 Soho Pancoran
    Jl. Let.Jend MT.Haryono Kav. 2- 3
    Pancoran Tebet
    Jakarta Selatan 12810
  • Operation Division : Jl. Tebet Raya 11C-D
    Jakarta 12810
  • Email: mri@mri-research-ind.com
  • Website: www.mri-research-ind.com
  • Telp :
    +62-21 5010-1655 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101656 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 50101659 (Hunting) (Head Office)
    +62-21 831-4041 (Hunting) (Operation Division)
  • Fax :
    +62-21 8370-8768 (Head Office)
    +62-21 835-0114 (Operation Division)